Sabtu, 05 Maret 2016

Beauty Workshop TRP Paes Ageng Nara Sumber hj Ratna Hidayati di Pemalang

t i.. hai..
Tadi malam jam 1 lewat aku sampai di stasiun kereta api Malang. Dijemput suami tercinta dong. Setelah melewati perjalanan dari kota Pemalang, berangkat jam 16.36 dianter mba Ety, temenku pemilik sanggar rias Syaharani. 
Jadi ceritanya tuh.. dari tanggal 2 Maret jam 11 siang aku sudah diantar supir ke stasiun kereta api Malang. Kereta api Jayabaya yang mengangkutku ke Pemalang jam 11.45. Duduk di gerbong 2 bangku 11A. Khusus dekat jendela, sesuai pesananku. Selpih dulu sebelum kereta berangkat. Ketika di Surabaya naik seorang bapak, dan duduk di seberangku, agak banyak bicara dia menawarkan produk MLM. Sampai kota Pemalang, swbelahku tetep kosong


Berangkat sendiri kemana-mana itu sudah biasa untukku. Sampai di Pemalang  jam 20.30 disambut hujan rintik dan bapak tua pemilik becak yang mengantarku ke hotel Winner. Kamar hotel sudah kubuking jauh hari sebelumnya di traveloka.com. Sampai di hotel, keluar lagi cari jajanan. Ke Alfamart beli air.mineral dan cemilan, depan hotel ada gerobak lesehan jual ayam bakar. Ngobrol sama Mas Herman pemilik warung ayam bakar yang pengunjungnya hanya aku karena sudah malam dan hujan rintik, eee doi curcol, katanya enak kerja di Jakarta, tapi kena gusur lapak bajunya di tanah Abang. Mudik dodolan ayam bakar. Yah begetulaah..
Sampai hotel kumakan tuh nasi ayam bakar, mandi trus tidur. Paginya bangun siap-siap langsung check out dan masuk ruangan. Jam 8 udah anteng duduk manis, masih syepii.. Kenalan dengan perias-perias dari Slawi, Tegal, Pekalongan, kota-kota sekitaran Pemalang. 


Jam 9.30 acara dimulai. Kata sambutan langsung dari bu Ratna, kemudian step by step make up menggunakan kosmetik sponsor dari LTPro. Lanjut pasang bunga kepala dan asesorisoof kemudian terakhir membuat cengkorongan paes dan pemakaian dodot. Selesai jam 12an lewat. Peserta maksi dan kemudian praktek masing-masing.






Selesai acara aku ikut pulang ke rumah mba Ety di Comal sambil lihat sanggarnya. Sanggar rias Syaharani. Sebelum pulang, makan nasi grombyang kalo gak salah. aku gak poto.. lobet.. Nasi di mangkok kecilll pake sendok bebek seng, isi daging kerbau n kuah. Manis rasanya. Mirip rawon getu deh. Sampe rumahnya langsung mandi dan tidurrrr. Tepar bow.





Bangun pagi, depan rumah ternyata ada 2 sekolah. Isenglah lihat jajanan. Nih aku jajan takoyaki isi sosis. Harga lima ratus perak sebuahnya. haha.. seru amittt.. antri bareng anak SD jajan.


Abis jajan tidur lagi.. kebo banget. Bangun trus makan trus seharian belajar hijab,.modelnya si mba Hesti asistennya mba Ety. Jam 3 siap-siap ke stasiun pemalang untuk balik ke Malang. Dianter mba Ety dan supirnya ke stasiun, makasiy banyak ya mbaaa.. Baik bener deh punya temen. Alhamdulillah. Barakallah ya mba.  
N kereta api pun datang. Kereta yang sama. Diantar petugas keamanan aku diantar sampai ke kursiku no 9D. Yang sudah kupesan duduk dekat jendela. EH tapiii.. ada wanita bercadar yang menempati kursiku dan sedang tidur. Tapi... teteplah kubangunkan. Secara gw mau nyender getu lhoch... Eh ya.. ternyata aku baru tau ya. wanita bercadar kalo lagi makan, cadarnya dilepas. Baru tau lho aku. Aku merhatiin pas dia makan popmi. Sedangkan malam itu aku gak nafsu makan sama.sekali. Mungkin masih kenyang karena makan siang tadi di rumah mba Ety, makan ikan bakar, endesss bingit.
Ketika aku dijemput suami, baru berasa laper.. n jam 1.30 kita mampir di warung ceker ayam glintung yang mangkal di depan Carrefour Malang. Jadi tu warung nuka kalo sudah carrefour tutup. Sampe rumah mandi, makan ceker trus pake masak nasi, bikin sarapan buat besok. Dan akupun tertidur jam 3 kurang. Bangun pagi langsung anter Dinda ke sekolah dan aku tidur lagi sampai suami mau berangkat ngantor. Kebo euyyy





Selasa, 23 Februari 2016

Resep Naget Ayam / Chicken Nugget

Request masak hari ini Dindari minta dibuatin chicken nugget. Cara buat dulu didapet dari temenku Annie Siregar. Kalo rasa-rasanya sih ala aku dan Dinda.
Kita mulai aja yah.

Bahan:
1 kg ayam. Aku minta sama penjual ayam di Malang sini aku minta bagian dada ayam.
2 lembar roti tawar
1 siung bawang putih
1 butir telur ayam
250 ml susu cair
Garam, lada halus, masako ayam secukupnya

Sambil nyiapin semua, panaskan langsam/dandang.
Semuanya kumasukkan ke blender Mitzui. Tekan tombol Pulse 3x kemudian ganti tekan tombol Strong. Gak sampai 4 menit semua sudah halus dan tercampur rata. Kemudian pindahkan adonan dari blender ke loyang yang sudah diolesi minyak goreng. Dan kukus dehhh..

Setelah dikukus


Oh ya, adonan sebelumnya bisa diberi campuran parutan wortel. Jadi ada sayurnya.

Bahan berikutnya:
Tepung roti secukupnya
2 butir telur kocok lepas

Setelah adonan di loyang mendingin, keluarkan dari loyang dan potong-potong sesuai selera. Ambil potongan nugget kemudian celupkan di kocokan telur yang langsung digulirkan di tepung roti. Kalo mau tebal celupkan lagi ke kocokan telur kemudian gulir di tepung roti. Bisa langsung goreng sampai kuning keemasan atau masukkan ke freezer. Kalo mau makan keluarkan dan langsung goreng di api kecil. Gampang kaaaan..























Ninggalin dinda..

Late post. January 2016 should be posting :-) 

Besok sore kereta api akan membawaku ke Jakarta. Aku sendiri pergi. Pergi tanpa Dinda anakku. Bulan lalu aku juga pergi sendiri ke Jakarta. Tanpa Dinda. Tetapi mama datang menemani Dinda. Tuker tempat ceritanya.

Well.. Dinda yang selalu kubawa kemana-mana seperti anak kucing yang kugigit tengkuknya.. Melalui proses agak berat dalam hidupnya dengan perpisahanku dengan ayahnya. Kemana-mana harus kutemani, seperti kata temanku yang psikiater, Dinda harus ditemani dulu emosinya. Alhamdulillah.. 6 bulan lebih di Malang, walaupun belum akrab dengan saudara-saudara tirinya, Dinda sangat enjoy di sekolah. Di sekolahnya di SMP Negri 18 Malang, Dinda terpilih menjadi anggota OSIS dan menduduki jabatan bendahara II. Keren, kan... 

Kembali ke soal ninggalin Dinda. Ngapain aku ninggalin Dinda. Apalagi kalo bukan untuk urusan kerjaan. Alhamdulillah lagi.. kota Jakarta masih terus memanggil-manggilku. Ahayyy:)

Kemarin ketika sedang cuddling dengan Dinda, kubilang,, Nda.. kalo gak ada makanan, buat mi aja ya. Dinda menjawab, ih Ibuuu.. makan mi tiap hari gak sehat tauu.. Wah.. anakku cerdas. Beda yaaa.. anak pintar dengan anak cerdas. Anak pintar belum tentu cerdas menurutku. Kalo di sekolah ngumpulin nilai tinggi itu mah anak pintar. Lho iya kan.. Belum tentu cerdas. Anak cerdas seyogyanya dapat menyelesaikan masalah. Contoh kecil, abis makan langsung taro di tempat cuci piring dan dicuci. Ada lho anak yang memang gak biasa makan di meja makan, karena pola suh terbiasa makan di kamar, abis makan ya piring ditumpuk di kamar, sampai makanan membusuk. Padahal anaknya pintar, juara di kelasnya. Hmm..
Semoga Dinda gak kayak getu. Dan aku sudah buat stok makanan ayam ungkep, ikan dori salut oatmeal yang siap goreng kalo mau makan. Sarden, kornet juga sudah kusediakan tapi Dinda sepertinya lebih senang yang sudah kuolah. Karena memang aku memasaknya dengan cinta. Dan hanya Dinda yang bisa merasakan cintaku. Cmiwww #lebay 
Dinda dari kecil sudah kubiasakan tidak menyantap junk food, makanan instant. Pesan Dinda sebelum pergi, Ibu belikan buah pisang ya, supaya Dinda bisa sarapan oatmeal dengan pisang. Baiklaaaah. Saingan sama tante Ririn mamanya Rosa nih. Untuk minum air putih Dinda juga sudah kubiasakan dari kecil untuk minum air putih yang banyak. Ada lho ini anaknya temennya temen, nah lhoh... mengalami pembekuan darah di otaknya, setelah diperiksa di RS Mitra Kelapa Gading, info dari dokter karena pengentalan darah karena kurang minum air putih. Anak SMP perempuan, ketika kujenguk sedang koma di ICU. Kasihan.. Padahal wong sugih, kok ya bisa kurang cairan...

Alhamdulillah.. Dinda itu qurrota a'yun-ku. Semoga aku orang tuanya dapat mendidiknya menjadi manusia yang membanggakan orang tuanya, patuh dan taat pada agama. Aamiin..

Well.. pada akhirnya memang harus meninggalkan Dinda untuk pekerjaanku. Semoga semua lancar. Dinda ikut mengantar aku sampai ruang tunggu stasiun kereta api Malang. Cup cup cup bye bye Dinda..


Minggu, 14 Februari 2016

Berdandan di meja rias mama

Abis maghrib, duduk di depan meja rias mamaku dan mulai bedendong dengan alat n kosmetiknya. Ini muka asli gak pake primer, bedak apa bb cream atau foundation apapun, hanya concealer O'Leary no 9 di bawah mata n tidak diset bedak lagi, langsung pake eye-shadow mama Lancome warna hijau muda dan off white, eyeliner pensil mama bourjois coklat, maskara mama maybelline volume express tapi pake lipstik punyaku, punya mama warnanya merah tua semua. Lipstikku LTPro Long Lasting.
Inget waktu kecil, main dandan2an sama adikku Ambar, pake penjepit bulu mata, lipstick, hihiii.. Seru yaaah..

Gegara aku ada di Jakarta dari hari Sabtu karena hari Minggu ada nikahan Ponakan di Puri Ardya Garini.. Disempetin main ke meja riasnya mamaku. Kadang suka kangen liatin mamaku lagi bedandan hahaa. Besok harus balik lagi terbang ke Malang.. Hufttt..


#ganjendimejariasmama #nobigpores

Kamis, 07 Januari 2016

judul: maafkan aku (hanya cerpen karanganku ^_^)

Maafkan aku..

Pesan itu (lengkap dengan titik-titik) tiba-tiba muncul di blackberry-ku yang memang sudah tidak aku online-kan. Dan aku membaca pesan itu setelah seminggu pesan itu masuk. Batinku, siapakah ini yang mengirim pesan, nomorpun tak kukenal.

Seminggu lebih setelah menerima pesan, dugaanku jatuh pada seorang laki-laki dari masa laluku.
Seorang laki-laki salah satu manager sebuah perusahaan terkenal di Tangerang Selatan. 
Akhirnya kubalas: kenapa
Jawabnya (HY): karena aku salah padamu
Aku: memang apa salahmu
HY: kamu tahu apa salahku
Aku lama tercenung.. dan kubalas: Kamu Hariyanto?
HY: Iya

Cukup.

Sambil melirik laki-laki di sebelahku, Pak Diki, yang sedang membaca buku dan tangan sebelahnya mengelus-elus rambutku. Pak Diki yang sudah 1 tahun ini bersamaku dan peduli denganku. Dan dia, Haryanto setelah 5 tahun yang lalu meninggalkanku begitu saja tanpa ada kata perpisahan. Tiba-tiba saja laki-laki itu sekarang muncul untuk minta maaf.

Minta maaf?

Ada apa dengan kehidupannya selama 5 tahun ini. Pekerjaan yang sangat bagus, mungkin juga banyak wanita-wanita yang mengelilinginya dan mencoba mendekatinya, hmm... 
Kenapa tiba-tiba kirim pesan kepadaku untuk minta maaf?
Kalau mau GR, pasti dia masih ingat sama aku. Atau karena ibunya, ibunya dulu sangat sayang sekali padaku. Atau, dia sedang sakit atau kesusahan sehingga mengirim pesan minta maaf kepada semua orang?

Cukup..

Aku tidak mau mengingat kembali, semua kenangan saat-saat aku bersamanya, dan terakhir yang sangat perih. Saat aku bolak balik konsul dengan psikolog dan psikiater berusaha menghilangkan depresi dan trauma karena kecelakaan mobil yang menimpaku dan karenanya aku mengalami patah tulang tangan dan kaki. Ooh.. 
Laki-laki itu menghilang, meninggalkanku begitu saja. Ketika itu cukup hanya seminggu aku mencari keberadaannya. Kesimpulanku saat itu, dia bukan laki-laki.

Cukup...

Tidak perlu kubalas pesan darinya. Sudah kublok semua nomor telfonnya. Dan aku tidak perlu mengingat-ngingat lagi semua waktu ketika bersamanya.

Sekarang aku sudah punya kehidupan sendiri.
Tolong.. Tolong jangan ganggu aku lagi.


\^_^/

meja kotak taplak tenun kuning ; azan ashar berkumandang




Selasa, 05 Januari 2016

berlibur dapet duit

Waktu ke Jakarta December 2015 lalu, selama 2 minggu aku maksimalkan untuk kerja make up. Alhamdulillah. Ada juga panggilan untuk make up para pelangganku yang tau aku lagi di Jakarta. Juga aku ngadain kursus make up. Baik yang datang ke rumah, atau aku yang datang ke rumah atau kantor mereka.
Yang terakhir itu di kantor Nestlé lantai 5 Jakarta tanggal 31 December 2015. Gak banyak sih memang yang ikut. Hanya 3 orang. Tapi seru, secara kantor udah pada sepi udah pada pulang cepet, ada 3 wanita ketjeh masih semangat untuk belajar. Keren deh pokoknya. Aku kasih free Toblerone untuk boosternya hehe. Poto di bawah ini, poto-poto waktu di Nestlé.





Yang poto2 di bawah ini, poto2 yang belajar dandan selama aku 2 minggu di Jakarta. 2 orang gak berkenan diaplot di sosmed. Thanks to all yang sudah join di kelas make up-ku yaa 😘😘









Liburan ala aku, me time ke pasar-pasar, mall, ke rumah Citereup, ngumpul dengan keluarga dan teman. Di sela-sela itu aku terima kerjaan make up, entah itu make up client atau ngajar kelas make up. Aku bisa ngajar karena aku punya sertifikat instruktur dari BNSP Badan Nasional Sertufikasi Profesi. Yes, I'm certified instructor. 






Kursus Make Up di Malang

Sejak di Malang, yang ikut kursus make up yang aku adakan lumayan bersambut. Alhamdulillah. Yang ikut ada yang mahasiswa, dosen, Ibu rumah tangga dll.
Kebanyakan make up-nya tidak kerik alis. Jadi bulu alis diconceal dengan creamy foundation.

Need make up & make up course:
IG @makeupbydyah
FB: by Dyah - Make Up & Hair Do
WA/Line 0811 171 9090